BANYUWANGI – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda wilayah Banyuwangi sejak Rabu (4/3) hingga Kamis (6/3) menimbulkan kerusakan di sejumlah daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mencatat sedikitnya 59 rumah warga mengalami kerusakan dan 13 pohon tumbang di berbagai lokasi.
Peristiwa tersebut tidak hanya merusak bangunan milik warga, tetapi juga sempat mengganggu aktivitas masyarakat. Beberapa ruas jalan dilaporkan mengalami hambatan lalu lintas akibat pohon tumbang yang melintang di badan jalan.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, menjelaskan bahwa angin kencang mulai terasa sejak pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB. Tim BPBD langsung diterjunkan ke berbagai titik untuk melakukan penanganan darurat.
“Total ada 13 titik pohon tumbang yang kami tangani. Salah satunya di jalur nasional Kabat sampai Banyuwangi. Sebuah pohon trembesi tumbang dan sempat membuat arus kendaraan harus diberlakukan sistem buka tutup,” ujarnya.
Meski sempat menimbulkan kemacetan, petugas bergerak cepat mengevakuasi pohon yang tumbang tersebut. Dalam waktu kurang dari satu jam, jalur nasional itu kembali dapat dilalui kendaraan secara normal.
Selain di wilayah kota, kejadian serupa juga terjadi di wilayah Banyuwangi bagian selatan. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di depan SMK Muhammadiyah Genteng, kawasan Universitas Islam Ibrahimy, hingga di jalur nasional Genteng sampai Jember. Peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Pesanggaran.
Sementara itu, dampak kerusakan paling banyak dilaporkan terjadi di Kecamatan Tegalsari. Hujan deras yang disertai angin kencang pada Rabu malam mengakibatkan puluhan rumah warga di Desa Tegalsari, Desa Tegalrejo, dan Desa Dasri mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
“Sebagian besar kerusakan pada bagian atap rumah, mulai dari rusak ringan hingga berat. Selain itu ada juga pohon yang tumbang hingga menutup akses jalan desa,” kata Partana.
BPBD Banyuwangi kini masih melakukan pendataan lanjutan terhadap kerusakan yang terjadi sekaligus membantu warga melakukan pembersihan di lokasi terdampak. Warga juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. (Rijal)



