MOJOKERTO – Suasana berbeda terlihat di kawasan Sumber Dhuwur, Ngoro, pada Minggu pagi (12/4/2026). Ratusan warga tumpah ruah mengikuti kegiatan “Bedah Sumber Dhuwur” yang tak hanya berfokus pada kerja bakti, tetapi juga menghadirkan keseruan unik: menangkap ikan bersama di sumber air setempat.
Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan mulai berdatangan. Dengan peralatan sederhana seperti jaring, ember, hingga tangan kosong, mereka berbaur di aliran sumber air yang mulai dikeringkan sebagian untuk memudahkan proses penangkapan ikan. Tawa dan sorak sorai pun pecah ketika ikan-ikan berhasil ditangkap, menciptakan suasana penuh kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak dan remaja yang tampak antusias ikut turun ke air. Bagi sebagian warga, momen ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian tradisi sekaligus upaya menjaga kebersihan sumber air desa.
“Selain kerja bakti membersihkan sumber, ini juga jadi ajang silaturahmi warga. Semua ikut terlibat, dari yang tua sampai anak-anak,” ujar salah satu panitia kegiatan.
“Bedah Sumber Dhuwur” sendiri merupakan agenda rutin yang bertujuan menjaga kelestarian sumber mata air agar tetap bersih dan berfungsi optimal bagi kebutuhan warga. Dengan konsep gotong royong yang dikemas secara menarik, kegiatan ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat.
Menariknya, hasil tangkapan ikan tidak hanya dinikmati secara pribadi. Sebagian warga memilih untuk mengolahnya bersama atau dibagikan kepada peserta lain, menambah nilai kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, warga Ngoro membuktikan bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. “Bedah Sumber Dhuwur” pun menjadi contoh nyata bagaimana tradisi lokal mampu mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga alam secara berkelanjutan. (RJ)



