GRESIK – Setiap hujan deras mengguyur wilayah Gresik, kawasan Terminal Bunder mendadak berubah menjadi “kolam” dadakan. Genangan air yang cukup tinggi membuat ribuan penumpang bus reguler maupun layanan Trans Jatim kesulitan naik dan turun kendaraan.
Air yang menggenang di area peron kerap memaksa penumpang berjalan menembus banjir. Selain basah, mereka juga mengaku khawatir tergelincir saat menenteng barang bawaan.
“Setiap hujan deras sedikit saja pasti banjir. Saluran airnya tersumbat. Penumpang Trans Jatim yang turun dari bus langsung harus menyeberang genangan,” ujar salah seorang penumpang yang rutin bolak-balik Gresik–Surabaya, Minggu (16/2/2026).
Ironisnya, terminal yang kini menjadi pintu gerbang utama sejumlah koridor Trans Jatim justru semakin ramai. Koridor 1 melayani rute Gresik–Surabaya–Sidoarjo, Koridor 3 Gresik–Mojokerto, hingga Koridor 4 menuju Lamongan. Namun, peningkatan jumlah penumpang belum diimbangi dengan pembenahan infrastruktur.
Selain persoalan banjir, kondisi toilet terminal juga menjadi sorotan. Sejumlah pengguna mengeluhkan fasilitas sanitasi yang kerap rusak, berbau tidak sedap, dan kurang terawat.
“Toilet pria butuh pemeliharaan serius. Bau dan kadang airnya tidak lancar,” keluh penumpang lainnya.
Keluhan tak berhenti di situ. Warga juga berharap adanya fasilitas penunjang seperti mesin ATM dan layanan dasar lainnya. Menurut mereka, dengan ribuan orang bergantung pada terminal setiap hari, fasilitas publik seharusnya lebih memadai.
“Terminal sudah hidup dan makin ramai, tapi fasilitasnya masih seperti dulu,” tambah seorang pengguna.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beberapa kali mempromosikan Trans Jatim dan bahkan sempat menaiki bus dari Terminal Bunder pada Januari 2026 lalu. Program transportasi massal tersebut kini semakin diminati masyarakat.
Warga pun berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Perhubungan segera melakukan pembenahan menyeluruh. Mulai dari normalisasi saluran air agar tak lagi banjir saat hujan, perbaikan dan perawatan rutin toilet, hingga penambahan fasilitas penunjang demi kenyamanan dan keselamatan penumpang. (Yana)



