SIDOARJO – Kerusakan jalan di kawasan Pasar Krian akhirnya mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Bupati Sidoarjo, Subandi, turun langsung meninjau lokasi pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 10.05 WIB untuk memastikan penanganan dilakukan tanpa penundaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Didampingi anggota DPRD Sidoarjo Moh. Nizar, S.H. dari Fraksi Partai Golkar, serta Kepala Dinas PUBM dan SDA Kabupaten Sidoarjo Makhmud, SH., MM., Bupati menyusuri sejumlah titik jalan berlubang dan bergelombang yang kerap dikeluhkan pedagang maupun pengendara. Jalur di sekitar Pasar Krian diketahui menjadi akses vital distribusi barang dan mobilitas warga setiap hari.

Di sela sidak, Subandi menegaskan bahwa metode tambal sulam tidak lagi relevan untuk kondisi kerusakan saat ini. Ia memastikan perbaikan akan dilakukan menggunakan sistem overlay agar struktur jalan lebih kuat menghadapi beban kendaraan berat dan tingginya intensitas lalu lintas.

“Kalau hanya ditambal tidak akan bertahan lama. Ini jalur padat dan medannya berat, Harus overlay supaya lebih kuat,” tegasnya.

Pemkab Sidoarjo menargetkan pengerjaan awal sepanjang 500 meter dan dijadwalkan mulai dikerjakan keesokan harinya. Dalam waktu maksimal satu minggu, progres signifikan diharapkan sudah terlihat.

Tak hanya soal jalan rusak, Subandi juga menyoroti persoalan banjir yang kerap muncul saat hujan dan mempercepat kerusakan aspal. Ia memastikan program normalisasi sungai tetap berjalan sebagai solusi jangka panjang. Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp59 miliar untuk mendukung upaya tersebut.

“Normalisasi sungai tetap jalan. Keluhan masyarakat soal genangan ini harus kita jawab dengan langkah nyata,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Subandi juga menyinggung pentingnya soliditas jajaran pemerintahan hingga tingkat kecamatan. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi kinerja camat dalam enam bulan ke depan. Jika tidak ada progres nyata dalam pelayanan publik, rotasi jabatan bisa saja dilakukan.

“Semua harus kompak dan serius melayani masyarakat. Kalau tidak ada progres, tentu akan kita evaluasi,” tandasnya.

Langkah cepat ini diharapkan mampu memulihkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap respons pemerintah daerah dalam menangani persoalan infrastruktur. (Rijal)