SIDOARJO — Malam yang seharusnya tenang di kawasan depan SD Kedung Wonokerto, Kecamatan Prambon, berubah menjadi duka. Sebuah kecelakaan tragis terjadi pada Rabu malam (15/4), melibatkan sepeda motor yang menabrak bagian belakang truk yang tengah mengalami gangguan di badan jalan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sepeda motor yang dikendarai dua warga asal Dusun Glonggong, Desa Kedungkembar, melaju di ruas jalan yang minim penerangan. Diduga karena jarak pandang terbatas, pengendara tidak sempat menghindar hingga akhirnya menghantam truk yang berhenti tanpa penanda yang memadai.

Benturan keras tak terelakkan. Korban laki-laki dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara seorang perempuan yang turut dibonceng mengalami luka dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Sejumlah warga sekitar yang mendengar suara benturan langsung berhamburan ke lokasi. Mereka berupaya memberikan pertolongan sembari menunggu petugas datang untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan di jalan raya, terutama bagi kendaraan yang mengalami kendala teknis. Minimnya penerangan jalan serta kendaraan besar yang berhenti di badan jalan tanpa rambu pengaman menjadi kombinasi berbahaya yang kerap memicu kecelakaan.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk mengevaluasi apakah truk telah memasang tanda peringatan sesuai prosedur saat mengalami kerusakan. (RJ)