GRESIK – Momen bermain di waktu senja berubah menjadi insiden yang tak terduga bagi dua bocah di Gresik. Keduanya mengalami luka bakar setelah diduga tak sengaja memicu reaksi dari serbuk bahan mercon yang ditemukan di jalan desa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Dusun Randegansari, Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Korban diketahui berinisial AQ (12) dan MAD (11), yang merupakan warga setempat.

Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula saat kedua anak itu menemukan tumpahan serbuk yang diduga bahan mercon di jalan desa. Rasa penasaran membuat mereka mencoba menutup serbuk tersebut menggunakan sarung dan batu.

Namun situasi berubah cepat saat salah satu dari mereka menginjak bagian yang tertutup tersebut. Diduga gesekan atau tekanan memicu percikan api yang langsung menyambar, menyebabkan keduanya mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.

AQ dilaporkan mengalami luka di wajah dan tangan, sementara MAD menderita luka lebih luas, meliputi wajah, dada, hingga kedua kaki. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa keduanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Driyorejo, Musihram, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan kedua korban dalam kondisi selamat meski masih menjalani perawatan intensif.

“Korban selamat, namun mengalami luka bakar dan saat ini masih dalam penanganan tim medis,” ujarnya.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Dugaan sementara, percikan api muncul akibat tekanan pada batu yang mengenai serbuk mercon tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah. Polisi juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyentuh atau memainkan bahan yang tidak dikenal, terlebih yang berpotensi berbahaya.

“Pengawasan orang tua sangat dibutuhkan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya. (Yana)