KAWASI – Semangat menjaga lingkungan terus ditanamkan kepada generasi muda melalui kegiatan edukasi bertajuk “Torang Jaga Kawasi, Aksi Nyata untuk Obi” yang melibatkan ratusan pelajar di Desa Kawasi, Pulau Obi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini sekaligus mendorong lahirnya generasi yang sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi edukatif mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang baik, penghijauan, konsep ekonomi sirkular, hingga pemanfaatan kembali barang bekas yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Melalui pendekatan yang interaktif, para pelajar diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kasi Pemerintahan Pemerintah Desa Kawasi, Bambang Bakir, menegaskan bahwa pendidikan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari karakter masyarakat di masa depan

“Lingkungan yang bersih dan sehat tidak tercipta dalam satu hari. Dibutuhkan kesadaran, kebiasaan, dan keterlibatan semua pihak. Karena itu, anak-anak harus menjadi pelopor perubahan yang mampu mengajak keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk peduli terhadap alam,” ujarnya.

Sementara itu, Assistant Vice President Site Corporate Communications Harita Nickel, Joseph Sinaga, mengatakan bahwa pembangunan berkelanjutan harus berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kegiatan edukasi seperti ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang akan menentukan masa depan lingkungan di Pulau Obi,” kata Joseph.

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, menanam pohon, serta merawat tanaman di lingkungan rumah dan sekolah dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan jika dilakukan secara konsisten.

Selain sesi edukasi, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai tanaman hias dan tanaman penghijauan yang berfungsi memperindah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas udara. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Harita Nickel dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan melalui kolaborasi bersama pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat.

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup, kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi lingkungan dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat. Dengan melibatkan generasi muda sebagai aktor utama, diharapkan lahir agen-agen perubahan yang mampu membawa semangat pelestarian lingkungan demi masa depan Pulau Obi yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. (*)