HALSEL – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang digelar pada 22 Juli 2026 di Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini dihadiri Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Halmahera Selatan, Dinas Pariwisata, Pemerintah Desa Salih, pengelola sejumlah resort di Pulau Sali, serta Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Fomaku Gasa Desa Salih. Pertemuan tersebut menjadi wadah memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan pengawasan kawasan pesisir dan laut secara terpadu.

Rapat membahas penguatan peran Pokmaswas di sekitar kawasan resort, mekanisme pembiayaan patroli, sistem pelaporan dugaan pelanggaran pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan, hingga penyerapan aspirasi dari pengelola resort terkait pengawasan berbasis masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan DKP Maluku Utara, Abdullah Soleman, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan menjaga ekosistem laut hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh pihak.

“Pengawasan sumber daya kelautan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari masyarakat melalui Pokmaswas, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha pariwisata agar kawasan pesisir tetap lestari dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan resort di Pulau Sali memiliki posisi strategis karena beraktivitas langsung di kawasan pesisir. Dengan koordinasi yang baik, setiap indikasi pelanggaran diharapkan dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Sinergi ini juga sejalan dengan visi Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang berkomitmen menjadikan Pulau Sali sebagai kawasan maritim unggulan. Pengembangan sektor pariwisata bahari yang berwawasan lingkungan dinilai harus berjalan beriringan dengan upaya perlindungan ekosistem laut agar potensi perikanan, terumbu karang, dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Pemprov Maluku Utara dan Pemkab Halmahera Selatan optimistis mampu membangun sistem pengawasan yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan, sehingga Pulau Sali dapat berkembang sebagai destinasi maritim yang maju tanpa mengabaikan kelestarian sumber daya alamnya untuk generasi mendatang. (*)