HALSEL – Meski anggaran desa mengalami pemotongan hingga separuh, Pemerintah Desa Sekely, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, tetap berupaya melaksanakan pembangunan infrastruktur sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dengan sisa anggaran sekitar Rp400 juta lebih, Pemerintah Desa Sekely tetap merealisasikan pembangunan jalan sepanjang 60 meter.

Menariknya, upah pekerjaan pembangunan jalan tersebut diberikan langsung kepada warga yang telah terdaftar sebagai calon jemaah haji.

Kepala Desa Sekely, Malik Hi. Daud, S.Pd., mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah untuk memaksimalkan manfaat anggaran desa yang terbatas. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga diupayakan mampu membantu meringankan beban ekonomi warga yang sedang mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci.

“Sedikit dana, banyak manfaat. Semoga jalan ini menjadi sarana ibadah sekaligus jalan rezeki bagi warga,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan jalan tersebut dapat mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari, sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak harus menghentikan upaya pemerintah desa dalam memberikan pelayanan dan manfaat kepada warga.

Kebijakan penyaluran upah kepada calon jemaah haji itu pun menjadi perhatian karena menggabungkan pembangunan fisik dengan upaya membantu kebutuhan masyarakat.

Warga yang menerima manfaat menyambut baik langkah tersebut. Mereka berharap program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat terus berjalan meskipun anggaran desa mengalami pengurangan.

Pemerintah Desa Sekely diharapkan tetap mengedepankan transparansi, ketepatan sasaran, serta ketentuan penggunaan anggaran agar setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Langkah Desa Sekely ini menjadi gambaran bahwa dengan perencanaan yang tepat, keterbatasan anggaran tetap dapat diupayakan untuk mendukung pembangunan sekaligus memperhatikan kebutuhan warga. (*)