LUMAJANG – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Sabtu pagi (14/02) pukul 05.54 WIB. Letusan tersebut memuntahkan awan panas guguran yang terpantau meluncur sejauh kurang lebih 6 kilometer ke arah sektor tenggara, tepatnya menuju Besuk Kobokan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas erupsi terekam jelas pada alat pemantau visual dan seismograf. Selain awan panas, sebaran abu vulkanik dilaporkan mengarah ke timur laut hingga utara, mengikuti arah angin di sekitar puncak.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di zona bahaya sesuai rekomendasi resmi, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan yang menjadi jalur utama awan panas guguran.

Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai berhulu di Semeru juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Material vulkanik yang terbawa aliran air berpotensi membahayakan permukiman dan infrastruktur di wilayah hilir.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan keselamatan masyarakat serta mengantisipasi kemungkinan erupsi lanjutan. (Rijal)